Merawat Kulit Kering dengan Unscented Body Lotion dan Gentle Sublime Sandalwood Oil dari Green Mommy Shop

Musim kemarau tahun ini membuat kulit saya terasa kering dan gatal. Hal ini dapat terjadi ketika lapisan pelindung terluar kulit kehilangan kelembapan dan minyak alami yang membantu mempertahankan kelembapan tersebut. Beberapa faktor yang dapat memicunya antara lain udara kering, angin kencang, serta suhu yang terlalu dingin atau panas, yang dapat meningkatkan penguapan air dari permukaan kulit. Seiring bertambahnya usia, produksi minyak alami kulit juga cenderung menurun.

Salah satu cara untuk menjaga kelembapan kulit adalah dengan mengoleskan pelembap atau lotion. Namun, saya kurang suka dengan lotion yang terasa lengket atau memiliki aroma yang terlalu menyengat. Entah kenapa, belakangan ini hidung saya juga menjadi lebih sensitif terhadap bau-bauan, sekalipun aromanya wangi.

Saya bahkan sempat terbangun dari tidur karena mencium aroma wangi yang menusuk hidung. Ternyata, aroma tersebut berasal dari diffuser yang saya letakkan di atas meja dekat tempat tidur. Saat angin menghantarkan aromanya tepat ke hidung, saya merasa terganggu. Namun, jika aromanya samar, hanya timbul dan tenggelam, justru saya menyukainya.

Dengan alasan tersebut, saya mencari pelembap yang sesuai dengan kebutuhan saya: tidak lengket, cepat menyerap ke kulit, terasa ringan, dan memiliki aroma yang lembut. Setelah browsing, saya menemukan produk dari Green Mommy Shop. Sebenarnya, brand ini sudah saya incar sejak dulu, tetapi belum sempat checkout. Nah, karena sekarang saya sedang memiliki masalah dengan kulit dan cukup sensitif terhadap aroma, saya jadi ingin mencoba produknya.


Green Mommy Shop menyediakan berbagai produk perawatan tubuh alami (natural skincare & body care) berbasis tumbuhan. Produk-produknya mengusung konsep ramah lingkungan dan bebas SLS/SLES serta paraben. Brand ini juga menyebut produknya ditujukan untuk kulit sensitif, anak-anak, hingga ibu hamil. Tentu saja, untuk kondisi khusus seperti kulit sensitif atau kehamilan, tetap penting memperhatikan komposisi produk dan menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing.

Untuk pelembap, saya memilih produk Unscented Body Lotion.

Produk ini dipasarkan sebagai lotion tanpa pewangi yang ditujukan untuk membantu melembapkan dan melembutkan kulit. Komposisinya antara lain aloe vera hydrolate, broccoli hydrolate, pandan hydrolate, turmeric hydrolate, temulawak hydrolate, sunflower oil, dan sorbitan olivate. Produk ini juga mencantumkan lavender oil dalam daftar komposisinya.


Jadi, istilah unscented di sini tidak selalu berarti produk benar-benar tidak memiliki aroma atau sama sekali bebas dari bahan aromatik. Hal tersebut juga saya rasakan saat menggunakannya.

Setelah menggunakan Unscented Body Lotion ini, saya mencium aroma susu atau milky yang sangat lembut. Aromanya tidak mengganggu sama sekali. Lotionnya pun cepat menyerap saat diaplikasikan ke tubuh, tidak terasa lengket, dan terasa ringan di kulit. Jadi, saya malah semakin semangat menggunakannya setelah mandi.

Produk ini juga cukup membantu mengurangi rasa gatal pada bagian betis hingga tungkai kaki kiri, terutama di sekitar mata kaki. Sebelumnya, semakin digaruk, kulit yang kering terasa semakin gatal dan meninggalkan bekas hitam. Setelah menggunakan lotion ini secara rutin, keinginan untuk menggaruk terasa berkurang.

Selain lotion, saya juga mencoba produk Gentle Sublime Sandalwood dari Green Mommy Shop karena kulit wajah saya akhir-akhir ini terlihat kusam, kering, dan mulai tampak berkerut.

Hobi nongkrong di rooftop sambil merawat dan menyiram tanaman membuat kulit wajah saya cukup sering terpapar sinar matahari. Jadi, saya merasa membutuhkan perawatan tambahan untuk menjaga kulit agar tetap terasa lembap dan terlihat lebih segar.

Produk perawatan wajah ini berbasis bahan alami (botani), dengan teknologi ozonated oils dan campuran beberapa minyak, seperti Royal Sandalwood (minyak cendana), Tamanu, Jojoba, Frankincense, dan Chamomile.

Terbayang, kan, seperti apa wanginya?

Aroma kayu yang wangi dan menenangkan.

Bagi saya, Gentle Sublime Sandalwood ini dapat digunakan sebagai pelembap wajah, minyak untuk pijat wajah, sekaligus aromaterapi.

Menurut informasi produknya, minyak ini dapat membantu menjaga hidrasi kulit sehingga cocok digunakan pada kulit yang terasa kering, bersisik, atau membutuhkan kelembapan tambahan, tanpa memberikan sensasi berminyak yang terlalu berat (greasy).

Gentle Sublime Sandalwood juga mengandung minyak dan bahan yang memiliki komponen antioksidan. Dalam perawatan kulit, kandungan seperti ini sering digunakan untuk membantu menjaga kondisi kulit dan melindunginya dari dampak radikal bebas. Untuk masalah garis halus, kerutan, dan kulit kusam, saya lebih memilih melihatnya sebagai bagian dari perawatan rutin daripada menganggapnya sebagai solusi instan.

Bagi saya pribadi, manfaat yang paling terasa dari produk ini adalah sebagai pelembap wajah sekaligus minyak untuk melakukan pijat wajah. Aromanya juga memberikan sensasi relaksasi ketika digunakan.

Awalnya, saya mencari minyak yang cocok untuk melakukan pijat wajah lymphatic. Gentle Sublime Sandalwood ini menjadi salah satu minyak yang saya pilih karena sensasi licin dan lembapnya bertahan lebih lama dibandingkan soothing gel.

Apalagi pemijatan dilakukan menggunakan Face Lifting 4D Roller dari Cosmetea DRN yang sudah lama terlupakan xixixi ....



Kemasan yang Ramah untuk Digunakan Kembali

Yang saya suka dari produk keluaran Green Mommy selain penggunaan bahan-bahan berbasis tumbuhan adalah pertimbangan terhadap dampak lingkungan, salah satunya melalui penggunaan wadah atau botol kaca sebagai kemasan.

Bagi saya, kemasan bukan sekadar wadah untuk melindungi produk. Setelah isinya habis, saya juga mulai memikirkan apakah kemasan tersebut masih bisa digunakan kembali atau masuk ke sistem daur ulang.

Kaca memiliki keunggulan karena dapat didaur ulang berulang kali tanpa kehilangan sifat dasar materialnya. Namun, tentu saja, proses daur ulang tetap membutuhkan sistem pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan yang tepat.

Sebelum masuk ke tahap daur ulang, botol kaca juga memiliki peluang untuk digunakan kembali. Cukup dibersihkan dan disterilkan dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan, botol tersebut dapat dimanfaatkan kembali sebagai wadah lain di rumah, selama kondisinya masih baik dan aman digunakan.

Kaca juga bersifat relatif inert, sehingga tidak mudah bereaksi dengan berbagai zat yang disimpan di dalamnya. Karena itu, kaca banyak digunakan sebagai kemasan untuk berbagai produk makanan, minuman, kosmetik, dan perawatan tubuh.

Hal lain yang menarik, kaca dibuat dari bahan baku seperti pasir silika, soda ash, dan batu kapur. Dalam proses daur ulang, kaca bekas yang disebut cullet dapat digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kaca baru. Penggunaan cullet dapat membantu mengurangi kebutuhan bahan baku baru dan penggunaan energi dalam proses produksi.

Namun, tentu saja, bukan berarti kaca tidak memiliki dampak lingkungan. Produksi dan transportasi kaca juga membutuhkan energi karena proses pembuatannya menggunakan suhu tinggi dan bobotnya relatif lebih berat dibandingkan beberapa jenis kemasan lainnya.

Karena itu, bagi saya, pilihan terbaik bukan hanya soal memilih material kemasan tertentu, tetapi juga bagaimana kita memperpanjang usia pakainya. Jika sebuah botol masih dapat digunakan kembali, menggunakannya kembali tentu menjadi pilihan yang menarik sebelum akhirnya dikirim untuk didaur ulang.

Jadi... apakah pertimbangan seperti ini juga menjadi bagian dari keputusanmu saat membeli sebuah produk?



"Love your skin with organic products and support the earth with eco-friendly packaging. Our small steps today mean a greater future for the planet tomorrow."






















No comments:

popular post

top navigation

Powered by Blogger.