Sebagai seorang ibu banyak sekali hal yang harus diurus, mulai dari pekerjaan domestik rumah tangga, kebutuhan anak-anak & suami, mengurus orang tua, terjun di lingkup sosial, pekerjaan online, belum lagi kegiatan yang melibatkan komunitas.
Begitu sering terkoneksi dengan orang-orang terkadang malah lupa terkoneksi dengan diri sendiri. Melupakan hal-hal yang disukai, sepele namun membuat bahagia.
Ibu yang bahagia adalah fondasi utama keharmonisan keluarga karena emosi positifnya memancar, menciptakan suasana rumah yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.
Ibu yang bahagia auranya ceria membuat suasana nyaman, berdampak pada kesehatan emosional anak dan pasangan.
Jadi saya selalu mencoba untuk melakukan hal-hal menyenangkan diantara kesibukan sehari-hari yang tak pernah habis.
Hal- hal menyenangkan yang biasa saya lakukan untuk terkoneksi dengan diri diantaranya;
Nongkrong di rooftop, hanya untuk melihat langit, awan, merasakan semilir angin dan sinar matahari pagi yang hangat juga kicau burung diantara dahan pohon sambil menikmati sarapan.
Terkadang mengagumi sunset di ambang senja dengan semburat jingga dan merah menyala nya, merupakan lukisan hidup yang tiada tandingannya di galeri seni manapun.
Saat terkoneksi dengan alam saraf parasimpatik menjadi aktif menurunkan detak jantung dan memberikan ketenangan.
Berkebun, halaman depan rumah ditanami beberapa tanaman buah juga tanaman hias. Ada kebahagiaan tersendiri saat menikmati hasil kebun berupa buah mangga, alpukat, pepaya dan jeruk bali yang dinikmati bersama keluarga. Sekaligus mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang dapat menyuburkan tanah dan tanaman.
Menulis, is the way I talk. Karena saya tipe orang yang sedikit ngomong maka semua yang ada dalam pikiran lebih banyak tertuang di tulisan. Most of all ditulis dalam blog, meski ada juga yang disimpan dalam note, fb, ig, dan portal website.
Mewarnai, entah mengapa suka melakukan aktivitas yang satu ini. Melihat perpaduan warna yang digoreskan di atas kertas bergambar seperti tidak pernah bosan. Saat menggoreskan warna sedikit demi sedikit ada rasa rileks yang ditimbulkan dan kesabaran untuk melihat hasil akhirnya.
Art journaling, sebenarnya baru beberapa tahun kebelakang mulai menekuni seni yang satu ini meski belum konsisten. Menempelkan stiker di kertas kosong dan menyusunnya menjadi kolase yang menarik sangat menyenangkan. Ditambah handlettering menjadikannya journal yang enak untuk dilihat dan dibaca. Masih newbie untuk handlettering ini tapi berusaha untuk bisa menuliskannya hingga rapi dan menarik.
Olahraga, memilih melakukan jogging, renang bersepeda untuk olahraga outdoor. Yoga dan latihan beban untuk olahraga indoor. Selain dapat memperbaiki suasana hati (mood) olahraga juga membantu mengurangi rasa nyeri di tulang. Saat bangun pagi terkadang telapak kaki dan bokong terasa sakit. Tapi saat melakukan olahraga rasa sakitnya berkurang bahkan hilang. Muncul lagi setelah mulai malas berolah raga.
Baking, membuat kue itu ada tantangannya karena terkadang hasilnya tidak sesuai dengan harapan haha ... Meski demikian dengan beberapa kali praktek, kue yang diharapkan bisa berhasil ditaklukan. Baking membutuhkan ketelatenan dan bahan yang presisi agar hasilnya sesuai dengan contoh yang diinginkan.
Home decor, kegiatan mendekorasi ruangan termasuk hal yang paling disukai. Geser-geser barang di rumah untuk mendapatkan suasana baru, memberikan semangat untuk melakukan berbagai pekerjaan rumah.
Semua kegiatan diatas merupakan kegiatan yang bisa mengeluarkan hormon bahagia yaitu serotonin (pengatur suasana hati), endorfin (pereda nyeri & stress), dopamin (motivasi dan kesenangan), dan oksitosin (hormon cinta & ikatan).
Jadi penting terkoneksi dengan diri sendiri untuk menciptakan hormon bahagia yang dihasilkan dari melakukan hal-hal yang disukai.
"Be happy. Not because everything is good, but because you can see the good in everything."



















No comments: