Menanam Sayuran Hidroponik di Rooftop: Catatan Lengkap dari Semai Benih, Panen Pertama, hingga Evaluasi untuk Hasil yang Lebih Baik

Ga kerasa sudah pertengahan tahun lagi .... 


Di bulan Juni ini banyak agenda kegiatan rumahan yang dijalani, salah satunya menanam sayuran hidroponik. Sekilas terlihat mudah hanya menanam benih di atas rockwool memindahkannya ke netpot lalu tunggu sayuran tumbuh hingga saatnya panen tiba. 

Tapi eitss ... ternyata tidak semudah itu Ferguso, banyak kendala yang dialami newbie seperti saya. Banyak kesalahan yang saya lakukan sejak awal semai benih sayuran. Untuk itu saya akan membagikan kesalahan , tips dan evaluasi dari pengalaman menanam sayuran hidroponik di atas rooftop.

Saya belum pernah menanam dengan metode hidroponik sebelumnya, media tanam yang digunakan selalu tanah dan pupuk kompos. Ternyata kakak ipar yang 'aware' dengan kegiatan berkebun saya di rumah, menawarkan paket bibit sayuran untuk ditanam secara hidroponik. Pucuk dicinta ulam pun tiba, karena sebenarnya saya memang sedang tertarik menanam sayuran secara hidroponik. Penasaran aja ...

Paket hidroponik dari Happy Garden  yang diberikan meskipun compact dan tidak memakan tempat namun perlengkapannya mencakup semua kebutuhan untuk memulai budidaya tanaman sayur. 

Mulai dari paket benih sayuran (kangkung, bayam, pokcoy) masing masing 2 pcs, rockwool (2 pcs), netpot+simbu flanel (27 pcs), bak hidroponik (3 pcs), tutup impraboard 9 lubang (3 pcs), pupuk AB Mix (2 pcs), suntikan takaran sampai panduan lengkap menanam. 

Jadi semangat dong menanam sayuran hidroponik dengan paket lengkap ini. Lalu mulailah saya bertanam sayur hidroponik di rooftop. Kenapa di rooftop? Karena dalam buku panduan tanaman sayur ini butuh sinar matahari untuk tumbuh. Sedangkan di halaman depan rumah terlalu rimbun dengan pohon mangga, jeruk bali, alpukat dan sirsak. Hampir tidak kena sinar matahari sama sekali.

Proses Semai Benih 

Sooo ... Hal pertama yang dilakukan adalah semai benih, ketiga jenis sayuran di rockwool. 


Lubangi rockwool lalu masukkan 
beberapa benih sayuran ke dalamnya

Basahi rockwool sampai
terendam di dalam air

Rockwool dari paket Happy Garden dalam ukuran besar bentuk persegi, agar mudah dimasukkan dalam netpot di potong-potong kotak dulu seukuran 2,5 cm x 2,5 cm. Lubangi rockwool lalu isi dengan benih sayuran. Taruh potongan rockwool yang diisi benih pada nampan yang diisi air sampai membasahi seluruh rockwool. Simpan di tempat gelap sampai kecambah keluar sekitar 2-3 hari.

Kesalahan semai benih : 

Membuat satu lubang pada satu rockwool untuk beberapa benih. Sehingga sulit tumbuh untuk benih yang berada paling bawah lubang.

Tips :

Membuat beberapa lubang pada satu rockwool untuk beberapa benih. Memudahkan benih tumbuh ke atas bukan ke samping sehingga harus menembus rockwool.

Pindah Tanam

Setelah kecambah keluar, tanaman memiliki daun dan akar. Pindahkan tanaman ke netpot tanam. Bak hidroponik diisi air dan larutan pupuk AB Mix. Isi ssmpai permukaan air menyentuh rockwool dan kain flanel. Ketika kecambah tumbuh memerlukan sinar matahari agar kecambah sehat. Meski demikian taruh tanaman di tempat teduh, jangan terkena sinar matahari langsung.

Kecambah mulai tumbuh
memiliki akar dan daun 

Terkena sinar matahari semakin tumbuh subur 


Kesalahan setelah pindah tanam :

Rooftop memang tempat paling baik untuk mendapatkan sinar matahari. Namun air dalam bak cepat menguap saat matahari sedang terik, sehingga tanaman kekeringan. Pun saat hujan turun bak hidroponik jadi banjir. Kandungan pupuk AB Mix hilang dalam luapan air hujan.

Tips :

Gunakan paranet, plastik UV atau benda peneduh lain untuk melindungi sayuran dari terik matahari dan air hujan.


Pemberian Pupuk 

Pupuk AB Mix diberikan saat tanaman memiliki empat daun sejati. 5 ml pupuk A Mix dan 5 ml pupuk B Mix dicampur dengan 1 liter air dalam bak hidroponik. Saya memberikan sesuai suntikan takaran pada 1 liter air. Ternyata suntikan takaran hanya berisi 3 ml saja bukan 5 ml. Artinya pemberian pupuk selama ini kurang.. Karena tidak terdapat waktu berkala yang dianjurkan untuk pemberian pupuk jadi hanya tiga hari sampai seminggu sekali pupuk diberikan.


Pemberian pupuk AB Mix 



5 ml pupuk A Mix + 5 ml pupuk B Mix

Kesalahan pemberian pupuk:

Pupuk membuat tanaman menjadi subur dengan daun berwarna hijau segar dan rimbun. Takaran pupuk yang kurang berpengaruh terhadap kualitas tanaman yang dihasilkan.

Tips :

Beri pupuk sesuai takaran yang dianjurkan, dengan waktu pemberian  berkala 1-2 hari sekali.

Perawatan Tanaman

Hal yang satu ini sempat luput dari pengawasan. Ada kala bak hidroponik banjir saat hujan turun sehingga pupuk meluap bersama air hujan. Ada kala air dalam bak hidroponik menguap saat matahari bersinar terik sepanjang hari dan lupa naik ke rooftop untuk menambah air dalam bak. Adakala tanaman kering kerontang saat ditinggal pergi karena kurang memperikirakan jumlah air dalam bak hidroponik. Adakalanya mendapatkan sinar matahari langsung sepanjang hari tanpa peneduh sama sekali.

Air dalam bak hidroponik menguap 
karena cuaca terik


Air dalam bak hidroponik 
penuh air hujan


Sebagian sayuran mati karena
air dalam bak hidroponik habis 
saat ditinggal ke luar kota 


Sebagian lagi layu karena
air dalam bak hidroponik kering 


Kesalahan dalam perawatan:
Tak bisa dipungkiri merawat tanaman sayur mesti telaten, setiap pagi sore harus di cek ketersediaan air dan paparan sinar matahari untuk meminimalisir tanaman layu atau mati karena kekeringan dan kepanasan.

Tips:
Cek volume air dalam bak hidroponik pagi dan sore hari, geser tanaman jika terkena paparan sinar matahari langsung. Jika hendak ditinggal beberapa hari, penuhi bak hidroponik dengan air dan pastikan jumlah pupuk AB Mix mencukupi. Atau dengan sistem penambahan air  model sederhana dengan menggunakan botol aqua + selang kecil.

Masa Panen

Meskipun sempat layu ternyata sebagian sayuran hidroponik masih bisa bertahan dan berdiri tegak lagi setelah diberi air dan pupuk AB Mix. Namun satu bak hidroponik tidak bisa tertolong semua sayurannya mati. 

Dan akhirnya masa panen pun tiba, setelah menunggu selama 4 mingguan. Melalui google lens sayuran hidroponik sudah saatnya dipanen karena batangnya (kangkung & bayam) sudah semakin tebal dan keras. 

Bayam dan Kangkung yang dipanen saat daun masih muda dan segar akan menghasilkan tekstur yang lebih lembut. Bayam dan kangkung untuk konsumsi sebaiknya dipanen sebelum berbunga.

Karena tidak banyak yang bisa dipanen semua saturan langsung dikonsumsi bersama mie kuah dan telur. Meski sudah layu oleh air panas tapi masih terasa renyah saat dimakan. Dan tidak ada satu ulat pun yang singgah di daun. Semua daun bersih dan tidak berlubang.


Sayuran yang sempat layu
segar kembali setelah diberi 
air dan pupuk AB Mix 



Batang kangkung nampak tebal
dan keras siap untuk dipanen 


Petik seluruh sayuran untuk dikonsumsi 



Kangkung, bayam dan pokcoy 
dimasak bersama mie dan telur 

Kangkung, Bayam dan Pokcoy yang dihasilkan ukurannya mungil daunnya tidak rimbun meski batang sayuran menunjukan kematangan untuk panen. Karena panen hanya sedikit jadi tidak membiarkan tanaman sampai berbunga dan menghasilkan biji.

Evaluasi untuk hasil yang lebih baik :

1. Perhatikan saat semai benih di rockwool pastikan setiap benih mendapatkan satu lubang.

2. Gunakan peneduh untuk tanaman sayur agar tidak langsung terkena sinar matahari dan air hujan berlebih.

3. Perhatikan volume air dalam bak hidroponik jangan sampai habis.

4. Gunakan pupuk AB Mix sesuai petunjuk secara berkala.

5. Hitung masa panen secara akurat disamping panen berdasarkan kondisi batang dan daun.

Next berencana  menyimpan benih untuk musim tanam berikutnya.
Melakukan seleksi tanaman terbaik untuk pembibitan.
Mendukung penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu di kebun.


Diantara hobi yang saya tekuni, berkebun adalah hobi yang membutuhkan banyak waktu dan penantian yang cukup panjang.
Namun rasanya puas sekali saat memetik sayuran hasil menanam di rumah. Meski panen belum optimal tapi hasilnya bisa langsung dinikmati sendiri.
Tertarik gak menanam sayuran di rumah? 
Yuk mulai dari sekarang!



"Grow food, grow gratitude." 





No comments:

popular post

top navigation

Powered by Blogger.