Interior rumah mungil dengan barang secondhand menampilkan beberapa furniture yang digunakan untuk menata rumah kami. Kita selalu menginginkan hal baru yang berkesan modern - sebenarnya kita hanya perlu barang yang masih berfungsi dengan baik. Meski nampaknya sepele namun hal ini dapat mengurangi dampak lingkungan sekaligus menghemat pengeluaran.
Meja makan kaca merupakan pilihan pertama. Meja makan ini merupakan barang lungsuran dari rumah mamah.
Sayangnya meja makan kaca tidak support dengan penghuninya yang memiliki tiga anak kecil. Ditambah dengan kondisi meja yang memiliki retakan.
Selain meja dan kursi makan, ada Singer, sebuah mesin jahit tua warisan dari mertua. Sampai sekarang mesin jahit ini masih terpakai untuk memperbaiki resleting rusak, menjahit baju, atau memasang emblem lokasi & nama di seragam sekolah.
Dipojok kiri ada lemari buku milik adik bungsu semasa kuliah. Dialihfungsikan menjadi rak dapur tempat menyimpan toples, piring, panci dan sebangsanya.
Keberadaan meja kayu ini benar-benar merubah suasana ruang makan. Untuk keserasian, kursi makan diganti dengan kursi kayu dari teras rumah. Meski tidak pas ukurannya namun kami mencoba untuk menggunakan barang yang sudah kami miliki. Hasilnya cukup memuaskan. Karena kedua elemen kayu ini membuat suasana ruang makan menjadi lebih hangat.
Meja ini memiliki struktur kayu yang kokoh, juga menonjolkan serat kayu alami. Meski menggunakan sentuhan pernis tetap terasa nuansa naturalnya.
Kini kami memiliki meja makan yang kuat untuk menyimpan rice cooker.
No comments: