Memasak bagi seorang ibu adalah pekerjaan sehari-hari yang tidak pernah terlewat. Adakalanya mersa jenuh dan bosan dengan peralatan masak dan menu sajian yang itu itu saja.
Sampai suatu hari ada sales yang menawarkan bumbu masak ayam bakar dan bersedia untuk masak di rumah dengan saya sebagai tuan rumah menyiapkan bahan masakannya, yaitu ayam.
Ternyata e ternyata yang dijual bukan bumbu ayamnya tapi alat memasaknya. Agak kecele sih, tapi pikir-pikir kenapa nggak meng-upgrade peralatan masak di dapur. Apalagi setelah melihat fleksibilitasnya yang bisa digunakan untuk berbagai teknik memasak seperti memanggang, mengukus, menumis, merebus, sekaligus pressure cooker (mem-presto). Multifunction, the way I live now.
Jadi alat masak yang nangkring di atas kompor sekarang itu bernama Die Cast Aluminum dengan bentuk panci (karena memiliki gagang panjang sebagai pegangan) meski demikian dengan bentuknya yang lebar tetap bisa digunakan untuk menggoreng.
Sempat browsing-browsing dulu di internet sebelum meminang panci ini. Cari tau material apa yang digunakan, bagaimana cara penggunaan dan perawatannya juga dampaknya bagi kesehatan & lingkungan. Agak ribet memang yaa ... But that's how I think to ensure the best.
Die Cast Alumunium adalah peralatan masak aluminium cor, dibuat melalui proses yang disebut pengecoran cetakan, di mana aluminium cair dituangkan ke dalam cetakan di bawah tekanan tinggi. Metode ini menghasilkan peralatan masak yang tahan lama, presisi, dan efisien. Hasilnya adalah peralatan masak tanpa sambungan yang seringkali memiliki permukaan anti lengket dengan distribusi panas yang merata. Keseragaman ini membantu menciptakan peralatan masak yang cepat dan panas yang merata, pilihan baik untuk hidangan lembut yang membutuhkan kontrol suhu yang tepat.
Overall oke tapi saya masih ragu dengan klaim non-stick nano silver coating. Lalu mulai browsing lagi, apa sih nano silver coating itu?
Nanopartikel perak berukuran sangat kecil (1-100 nanometer) yang memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antivirus kuat, sehingga banyak digunakan dalam produk kesehatan, kosmetik, dan industri karena kemampuannya membunuh mikroorganisme.
Oh ternyata dijadikan bagian dari unsur coating (pelapis) karena memiliki sifat antijamur, antibakteri dan antivirus.
Pengertian coating sendiri adalah proses melapisi material dengan suatu lapisan agar tidak lengket / mudah rusak. Oleh karena itu, banyak peralatan masak menggunakan coating agar makanan tidak mudah lengket, mudah dibersihkan, dan tahan lama. Selain itu, dengan coating, tampilannya menjadi lebih cantik dan otomatis lebih memiliki nilai jual.
Ada empat jenis coating yang beredar di pasaran diantaranya :
1. PTFE coating
Dikenal dengan Teflon, namun diatas 300 derajat Celcius PTFE mengeluarkan gas beracun yang bersifat karsinogen (pemicu kanker).
2. Ceramic coating
Ceramic coating di klaim bebas kimia dan aman bagi makanan, sekaligus ramah lingkungan.
Ceramic coating sudah diuji dengan dipanaskan diatas suhu 450 derajat celcius tidak mengeluarkan gas kimia berbahaya. Hanya sayang dari segi biaya, ceramic coating harganya lebih mahal daripada jenis coating lainnya. Karena berkembang pesat, teknologi ceramic coating pun mulai banyak jenis dan namanya seperti Pfluon coating, Ecolon coating, Nano coating, dan sebagainya. Semuanya berbahan dasar ceramic hanya dengan teknik dan komposisi coating yang berbeda.
3. Enamel coating
Biasanya enamel coating digunakan bersama dengan alat masak berbahan cast iron. Sangat bagus digunakan untuk melapisi besi / baja agar tidak mudah karat. Berbahan dasar kaca sehingga transparan dan tidak berbau. Jaman dahulu produk enamel banyak digemari.
4. Seasoning coating
Alat masak dengan material stainless steel, carbon steel, atau cast iron, yang belum dicoating biasanya disiasati dengan menggunakan teknik seasoning untuk melapisinya. Hal ini agar alat masak tersebut tidak mudah lengket dan untuk mencegah terjadinya karat.
Untuk Die Cast Aluminum ini menggunakan ceramic coating yang dipadu dengan nano silver untuk mencegah jamur, bakteri dan virus masuk ke dalam makanan.
Ada banyak ulasan yang menyatakan bahwa penggunaan nano silver secara berlebihan dapat mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Sampai saya membaca salah satu ulasan tentang Nano silver yang menjadi penelitian Jim Hutchison.
Jim Hutchison adalah seorang ahli kimia dan pakar nanopartikel di Universitas Oregon di Eugene.
Menurut Hutchison, efek perak yang paling terlihat adalah kondisi yang disebut argyria (Ahr–JEER–ee–uh). Orang yang terpapar perak dalam jumlah sangat besar dapat menderita kondisi ini. Meskipun membuat kulit menjadi biru, tampaknya tidak memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
Sejarawan menduga argyria adalah asal mula istilah "darah biru." Istilah ini digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang lahir dari keluarga bangsawan. Keluarga kerajaan kemungkinan besar mengenakan banyak perhiasan perak. Para bangsawan juga akan menggunakan peralatan makan perak asli saat makan dan minum (Ga nyangka gara-gara rasa ingin tahu tentang die cast membawa saya ke sejarah penamaan 'darah biru' hehehe).
Sejauh ini, penelitian Hutchison menunjukkan bahwa nano silver dan ion perak yang dilepaskannya mungkin tidak berbahaya bagi manusia (selain membuat sebagian dari mereka menjadi biru). “Anda tidak akan pernah bisa membuktikan setiap teknologi akan aman sebelum Anda menggunakannya”. “Tetapi perak tampaknya tidak beracun bagi kita.” Begitulah kurang lebih kutipan dari Hutchison.
Pernyataan tersebut memberikan sedikit pencerahan. Untuk peralatan masak dan peralatan makan di rumah lebih banyak menggunakan alumunium, stainless, keramik dan plastik jadi tidak berlebihan dalam penggunaan perak sehari-hari.
Meski demikian ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan coating anti lengket yaitu :
• Jangan gunakan alat masak anti lengket bila sudah dalam kondisi tergores kasar / dalam, terkelupas, atau cuil.
• Tidak memasak dalam suhu yang extreme.
• Gunakan spons halus dan sabun cuci piring saat membersihkannya. Jangan gunakan kawat besi atau benda tajam lainnya.
• Usahakan menggunakan spatula kayu saat memasak agar tidak mudah tergores.
• Pilihlah alat masak non stick yang bagus bukan karena harganya yang murah, tetapi dari keamanannya bagi kesehatan.
• Pelajari dan kenali material, juga jenis coating alat masak yang digunakan agar tahu cara penggunaan dan perawatannya yang benar.
Dari riset tersebut akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan die cast aluminum with non stick nano silver coating, yang merupakan gabungan antara peralatan masak cor dan anti lengket. Dengan kelebihan sebagai berikut:
1. Distribusi panas merata, menggunakan api kecil
2. Daya tahan pada peralatan masak
3. Anti lengket
4. Mudah dibersihkan
5. Penggunaan minyak lebih sedikit
6. Fleksibilitas memasak
So here I am , New year 2026 dengan peralatan masak baru yang memberikan semangat. Menyala dapur kuu ...!
"Setiap juru masak hanya membeli
apa yang mereka butuhkan untuk digunakan di dapur".
Sources:
https://www.beyondpesticides.org/resources/antibacterials/nanosilver/health-effects#:~:text=Silver%20nanoparticles%20are%20the%20most,and%20cells%20through%20various%20routes
https://theecologist.org/2009/oct/20/behind-label-nanosilver
https://macclite.com/blogs/health-life-macclite/die-cast-vs-non-stick-cookware-navigating-the-culinary-landscape
https://www.snexplores.org/article/nanosilver-naughty-or-nice
https://www.astahomeware.com/4-jenis-coating-pada-alat-masak-dan-perbedaannya/


No comments: